Langsung ke konten utama

Kamu dan Puisi

        Aku pernah mendengar bahwa jika kamu sedang mencintai seseorang maka orang itu akan ada di mana-mana. Atau, setidaknya kamu akan mengingat orang itu pada banyak kesempatan. Mungkin hal itu benar adanya, ya, setidaknya hal itu terjadi padaku.

        Aku menyukai puisi, terlalu suka hingga rasanya puisi sudah menjadi bagian dari rutinitas. Iya, puisi sudah jadi seperti kegiatan; membaca, menulis, atau bahkan sekedar mereka-reka naskahnya dalam kepala. Bukan ingin melebih-lebihkan, tapi memang begitu adanya. Lalu kemudian, ada hal yang kemudian ikut muncul bersama dengan puisi-puisi itu. Yang jika aku boleh dramatis, menempel layaknya benalu. Biar kau sebutkan, entitas itu berbentuk kamu.

        Kamu dan puisi tiba-tiba seperti menjadi kesatuan. Kamu menjelma puisi, dan puisi menjelma kamu saat kubaca, kutulis dan kureka.